SALAM AIDILFITRI
di kesempatan ini saya ingin memohon ribuan keampunan daripada kenalan dan semua yang berkunjung serta yang mengenali saya di atas semua kesilapan yang pernah saya lakukan mahupun ia disengajakan atau tidak. saya juga ingin mengucapkan SALAM AIDILFITRI MAAF ZAHIR DAN BATIN.
saya akan pulang ke kampung esok pagi dan mula bercuti sehingga isnin minggu depan.
sebulan berlalu
kita bermujahadah
pohon keredhaan
khalik yang maha kuasa
jalan salik dilalui
dugaan Ramadhan
menempis duniawi
demi ukhrawi
biar hayat ini
disaluti keinsafan
menjunjung keimanan
semoga Ramadhan
masih sudi diketemui
demi rintihan ini
agar umur ini dipanjangkan
amin
ya rabb
SALAM AIDILFITRI
- azmi alkelantani -
Friday, September 18, 2009
Friday, September 4, 2009
Kampungku
kabus pagi
menyelimuti susuk ku
dingin kasih mu
rahmat tiada terbalas
nyanyian unggas
bersilang desir angin
menerbangkan jiwa ku
merentas daerah kedamaian
liuk gemalai dedaun nyiur
menyembah tari
mengikut rentak hatiku
bertingkah irama denyut nadi
menghiburkan
pepohon merimbun
gunung yang menghijau
mencecah kabus awan
mengirim rindu ini
rinduku
menjengah halaman kampungku
menyelimuti susuk ku
dingin kasih mu
rahmat tiada terbalas
nyanyian unggas
bersilang desir angin
menerbangkan jiwa ku
merentas daerah kedamaian
liuk gemalai dedaun nyiur
menyembah tari
mengikut rentak hatiku
bertingkah irama denyut nadi
menghiburkan
pepohon merimbun
gunung yang menghijau
mencecah kabus awan
mengirim rindu ini
rinduku
menjengah halaman kampungku
Wednesday, August 26, 2009
Ramadhan Al-Mubarak
dalam keindahan malam
terang cahaya bintang
dalam sujud aku mengucap pujian
rinduku pada malam seribu bulan
rahmat dan nikmat berlimpahan
aku menanti penuh debar
dalam sirah
terungkap sejuta rahsia
wahyu tuhan diturunkan
Muhammad insan teladan
Ramadhan menguji kekuatan umat
zahir batin bersatu
firman dan sabda dijunjung
tafakkur aku menyelusuri madrasah Ramadhan
dalam sirah
Badar menjadi saksi keimanan
jihad dan perang
santunan iman dan takwa
air mata mengalir
menyuci lorong kejahilan
membelah tembok kekufuran
terang cahaya bintang
dalam sujud aku mengucap pujian
rinduku pada malam seribu bulan
rahmat dan nikmat berlimpahan
aku menanti penuh debar
dalam sirah
terungkap sejuta rahsia
wahyu tuhan diturunkan
Muhammad insan teladan
Ramadhan menguji kekuatan umat
zahir batin bersatu
firman dan sabda dijunjung
tafakkur aku menyelusuri madrasah Ramadhan
dalam sirah
Badar menjadi saksi keimanan
jihad dan perang
santunan iman dan takwa
air mata mengalir
menyuci lorong kejahilan
membelah tembok kekufuran
Wednesday, July 29, 2009
Penghujung Senja
tirai senja berlabuh
berdiri aku di puncak pelangi
gerimis membasahi abjad cinta
dinginnya menyelimuti
di saat rindu membara
cemburuku pada sang unggas
bersiulan riang
perasaan melayang di udara
terbang bersama arus kensunyian
gelora jiwa memukul
bayangku hilang di kaki malam
lembayung senja memutih
warna pelangi kian pudar
di balik salutan kabus
mungkin kan tenggelam
bersama hujung sinar mentari
berdiri aku di puncak pelangi
gerimis membasahi abjad cinta
dinginnya menyelimuti
di saat rindu membara
cemburuku pada sang unggas
bersiulan riang
perasaan melayang di udara
terbang bersama arus kensunyian
gelora jiwa memukul
bayangku hilang di kaki malam
lembayung senja memutih
warna pelangi kian pudar
di balik salutan kabus
mungkin kan tenggelam
bersama hujung sinar mentari
Thursday, July 9, 2009
Permata Hati
aku meghitung bintang
bergantungan di dada langit
indah cahaya berkilauan
mainan mata
cuma
tangan menggapai
tiada tersentuh
apatah lagi memiliki
keindahan sementara
tika malam menjelma
bersedih di siangnya
sedar aku
dari lena yang panjang
hanyut dibuai mimpi
aku miliki
permata hati
kerdipan sinarnya
menerangi hidupku
bergantungan di dada langit
indah cahaya berkilauan
mainan mata
cuma
tangan menggapai
tiada tersentuh
apatah lagi memiliki
keindahan sementara
tika malam menjelma
bersedih di siangnya
sedar aku
dari lena yang panjang
hanyut dibuai mimpi
aku miliki
permata hati
kerdipan sinarnya
menerangi hidupku
Wednesday, July 1, 2009
Sekuntum Bunga Sekeping Hati
aku menyorot
langkah lesumu
dalam kabus malam
menyusuri denai
kepasrahan
sekuntum bunga
terselit di rambutmu
kau gantikan dengan
sekeping hati
buat ku fahami
jujurnya
dikau melagkah
kian jauh
namun wajah
tetap berpaling
melirik senyum
pohon pengertian
kakiku kaku
ikatan janji
terikat kuat
menahan langkah
namun hati
seringkali menyebut
namamu
mampu ku cuma
memahami pergi mu
mengenang hadir mu
harapku
bunga ku takkan layu
hatimu ku fahami
aku masih di sini
bersama bayangmu
langkah lesumu
dalam kabus malam
menyusuri denai
kepasrahan
sekuntum bunga
terselit di rambutmu
kau gantikan dengan
sekeping hati
buat ku fahami
jujurnya
dikau melagkah
kian jauh
namun wajah
tetap berpaling
melirik senyum
pohon pengertian
kakiku kaku
ikatan janji
terikat kuat
menahan langkah
namun hati
seringkali menyebut
namamu
mampu ku cuma
memahami pergi mu
mengenang hadir mu
harapku
bunga ku takkan layu
hatimu ku fahami
aku masih di sini
bersama bayangmu
Thursday, June 25, 2009
Ke Pulau Harapan
harapan
menggalas impian
apa mungkin tiada
lorong untuk tembus
menerjah tembok
menuju pulau harapan
kompas akal
jarum utaranya
menentu jalur takdir
layar iman
berpaksi takwa
menongkah
ribut pancaroba
hunuskan senjata fakir mu
doa dan tawakkal
memanjat ke puncak usaha
sama kita
menjejak
menuju pulau impian
berbekal redha
menggalas impian
apa mungkin tiada
lorong untuk tembus
menerjah tembok
menuju pulau harapan
kompas akal
jarum utaranya
menentu jalur takdir
layar iman
berpaksi takwa
menongkah
ribut pancaroba
hunuskan senjata fakir mu
doa dan tawakkal
memanjat ke puncak usaha
sama kita
menjejak
menuju pulau impian
berbekal redha
Subscribe to:
Posts (Atom)

