tirai senja berlabuh
berdiri aku di puncak pelangi
gerimis membasahi abjad cinta
dinginnya menyelimuti
di saat rindu membara
cemburuku pada sang unggas
bersiulan riang
perasaan melayang di udara
terbang bersama arus kensunyian
gelora jiwa memukul
bayangku hilang di kaki malam
lembayung senja memutih
warna pelangi kian pudar
di balik salutan kabus
mungkin kan tenggelam
bersama hujung sinar mentari
Wednesday, July 29, 2009
Thursday, July 9, 2009
Permata Hati
aku meghitung bintang
bergantungan di dada langit
indah cahaya berkilauan
mainan mata
cuma
tangan menggapai
tiada tersentuh
apatah lagi memiliki
keindahan sementara
tika malam menjelma
bersedih di siangnya
sedar aku
dari lena yang panjang
hanyut dibuai mimpi
aku miliki
permata hati
kerdipan sinarnya
menerangi hidupku
bergantungan di dada langit
indah cahaya berkilauan
mainan mata
cuma
tangan menggapai
tiada tersentuh
apatah lagi memiliki
keindahan sementara
tika malam menjelma
bersedih di siangnya
sedar aku
dari lena yang panjang
hanyut dibuai mimpi
aku miliki
permata hati
kerdipan sinarnya
menerangi hidupku
Wednesday, July 1, 2009
Sekuntum Bunga Sekeping Hati
aku menyorot
langkah lesumu
dalam kabus malam
menyusuri denai
kepasrahan
sekuntum bunga
terselit di rambutmu
kau gantikan dengan
sekeping hati
buat ku fahami
jujurnya
dikau melagkah
kian jauh
namun wajah
tetap berpaling
melirik senyum
pohon pengertian
kakiku kaku
ikatan janji
terikat kuat
menahan langkah
namun hati
seringkali menyebut
namamu
mampu ku cuma
memahami pergi mu
mengenang hadir mu
harapku
bunga ku takkan layu
hatimu ku fahami
aku masih di sini
bersama bayangmu
langkah lesumu
dalam kabus malam
menyusuri denai
kepasrahan
sekuntum bunga
terselit di rambutmu
kau gantikan dengan
sekeping hati
buat ku fahami
jujurnya
dikau melagkah
kian jauh
namun wajah
tetap berpaling
melirik senyum
pohon pengertian
kakiku kaku
ikatan janji
terikat kuat
menahan langkah
namun hati
seringkali menyebut
namamu
mampu ku cuma
memahami pergi mu
mengenang hadir mu
harapku
bunga ku takkan layu
hatimu ku fahami
aku masih di sini
bersama bayangmu
Thursday, June 25, 2009
Ke Pulau Harapan
harapan
menggalas impian
apa mungkin tiada
lorong untuk tembus
menerjah tembok
menuju pulau harapan
kompas akal
jarum utaranya
menentu jalur takdir
layar iman
berpaksi takwa
menongkah
ribut pancaroba
hunuskan senjata fakir mu
doa dan tawakkal
memanjat ke puncak usaha
sama kita
menjejak
menuju pulau impian
berbekal redha
menggalas impian
apa mungkin tiada
lorong untuk tembus
menerjah tembok
menuju pulau harapan
kompas akal
jarum utaranya
menentu jalur takdir
layar iman
berpaksi takwa
menongkah
ribut pancaroba
hunuskan senjata fakir mu
doa dan tawakkal
memanjat ke puncak usaha
sama kita
menjejak
menuju pulau impian
berbekal redha
Sunday, June 21, 2009
Hening Malam
malam hening
sayup terdengar
suara
memanggil-manggil
namaku
suara yang dulu
talkinkan cintaku
jasadnya kini
aku semadikan
biar rohnya tenang
suara
masih lagi ku dengari
namaku berulangkali
dipanggil
aku merenung
pusara cinta
zikir kasih
meratapi pergimu
tanpa pamit
cinta terkubur
lahadnya tiada bernesan
sepohon kemboja
sebagai tanda
harumannya mewangi
suara
tidak lagi
aku hiraukan
biarkan cinta
abadi
suara
akhirnya tenggelam
terlena aku
dibuai alunan
zikir kasih
mendakap
pusara cinta
hanyut bersama
deruan rindu
sayup terdengar
suara
memanggil-manggil
namaku
suara yang dulu
talkinkan cintaku
jasadnya kini
aku semadikan
biar rohnya tenang
suara
masih lagi ku dengari
namaku berulangkali
dipanggil
aku merenung
pusara cinta
zikir kasih
meratapi pergimu
tanpa pamit
cinta terkubur
lahadnya tiada bernesan
sepohon kemboja
sebagai tanda
harumannya mewangi
suara
tidak lagi
aku hiraukan
biarkan cinta
abadi
suara
akhirnya tenggelam
terlena aku
dibuai alunan
zikir kasih
mendakap
pusara cinta
hanyut bersama
deruan rindu
Thursday, June 18, 2009
Lelaki itu
lelaki pemuja pantai tidak akan gentar dengan pukulan ombak yang membadai demi melihat keindahan laut.....
air mata kepiluan
tika aku melintasi
padang kenangan
aku kutip
guguran dedaun
rindu
bukti kasih
agar ia
tidakkan hilang
diterbang
angin kebencian
benih kasih
layu tidak bermaya
kini
tiada lagi
siraman kejujuran
tinggal cuma
cucuran air mata
kepiluan
padang kenangan
aku kutip
guguran dedaun
rindu
bukti kasih
agar ia
tidakkan hilang
diterbang
angin kebencian
benih kasih
layu tidak bermaya
kini
tiada lagi
siraman kejujuran
tinggal cuma
cucuran air mata
kepiluan
Subscribe to:
Posts (Atom)

