rindu
datang dan pergi ia
tanpa undangan
tanpa pamit
bagai hembusan bayu
awan rindu
berarak
pada mata ia cukup indah
namun saat sarat ia
mega mendung tiada bisa bertahan
guguran manik air bercucuran
membasahi merkah gersang
padang garing hati
rindu
kala datang
ia pengalaman
kala pergi ia kenangan
keduanya itu
erti sebuah perasaan
tafsirnya
catatan kamus hati
rindu
tatang ia kala datang
kenang ia kala ia berlalu
manis rindu hanya ternilai
saat sendu berlabuh
Monday, November 23, 2009
Wednesday, October 21, 2009
Jendela Waktu
ku kuak jendela waktu
hati tertarik
awan putih berlari lari
mengejar
lingkaran pelangi di ruang maya
antara jalur warnanya
tersimpan lembaran kenangan
helaian masa berguguran
mega mendung berganti gerimis
terukir senyum pada wajah sang suria
sebuah aturan roda hidup
sesetia malam pada siang
dari jendela waktu
aku merenung jauh
mengutip memori usang
potret sebuah kehidupan
dalam lukisan tidak berbingkai
yang kian lusuh dan berdebu
ku tutup jendela waktu
debu kenangan
tidak lagi memeritkan mata
biarpun cebisan masa
meninggalkan kelopaknya
namun tunas yang berputik
menyerikan halaman
meninggalkan memori indah
hati tertarik
awan putih berlari lari
mengejar
lingkaran pelangi di ruang maya
antara jalur warnanya
tersimpan lembaran kenangan
helaian masa berguguran
mega mendung berganti gerimis
terukir senyum pada wajah sang suria
sebuah aturan roda hidup
sesetia malam pada siang
dari jendela waktu
aku merenung jauh
mengutip memori usang
potret sebuah kehidupan
dalam lukisan tidak berbingkai
yang kian lusuh dan berdebu
ku tutup jendela waktu
debu kenangan
tidak lagi memeritkan mata
biarpun cebisan masa
meninggalkan kelopaknya
namun tunas yang berputik
menyerikan halaman
meninggalkan memori indah
Friday, September 18, 2009
SALAM AIDILFITRI
SALAM AIDILFITRI
di kesempatan ini saya ingin memohon ribuan keampunan daripada kenalan dan semua yang berkunjung serta yang mengenali saya di atas semua kesilapan yang pernah saya lakukan mahupun ia disengajakan atau tidak. saya juga ingin mengucapkan SALAM AIDILFITRI MAAF ZAHIR DAN BATIN.
saya akan pulang ke kampung esok pagi dan mula bercuti sehingga isnin minggu depan.
sebulan berlalu
kita bermujahadah
pohon keredhaan
khalik yang maha kuasa
jalan salik dilalui
dugaan Ramadhan
menempis duniawi
demi ukhrawi
biar hayat ini
disaluti keinsafan
menjunjung keimanan
semoga Ramadhan
masih sudi diketemui
demi rintihan ini
agar umur ini dipanjangkan
amin
ya rabb
SALAM AIDILFITRI
- azmi alkelantani -
di kesempatan ini saya ingin memohon ribuan keampunan daripada kenalan dan semua yang berkunjung serta yang mengenali saya di atas semua kesilapan yang pernah saya lakukan mahupun ia disengajakan atau tidak. saya juga ingin mengucapkan SALAM AIDILFITRI MAAF ZAHIR DAN BATIN.
saya akan pulang ke kampung esok pagi dan mula bercuti sehingga isnin minggu depan.
sebulan berlalu
kita bermujahadah
pohon keredhaan
khalik yang maha kuasa
jalan salik dilalui
dugaan Ramadhan
menempis duniawi
demi ukhrawi
biar hayat ini
disaluti keinsafan
menjunjung keimanan
semoga Ramadhan
masih sudi diketemui
demi rintihan ini
agar umur ini dipanjangkan
amin
ya rabb
SALAM AIDILFITRI
- azmi alkelantani -
Friday, September 4, 2009
Kampungku
kabus pagi
menyelimuti susuk ku
dingin kasih mu
rahmat tiada terbalas
nyanyian unggas
bersilang desir angin
menerbangkan jiwa ku
merentas daerah kedamaian
liuk gemalai dedaun nyiur
menyembah tari
mengikut rentak hatiku
bertingkah irama denyut nadi
menghiburkan
pepohon merimbun
gunung yang menghijau
mencecah kabus awan
mengirim rindu ini
rinduku
menjengah halaman kampungku
menyelimuti susuk ku
dingin kasih mu
rahmat tiada terbalas
nyanyian unggas
bersilang desir angin
menerbangkan jiwa ku
merentas daerah kedamaian
liuk gemalai dedaun nyiur
menyembah tari
mengikut rentak hatiku
bertingkah irama denyut nadi
menghiburkan
pepohon merimbun
gunung yang menghijau
mencecah kabus awan
mengirim rindu ini
rinduku
menjengah halaman kampungku
Wednesday, August 26, 2009
Ramadhan Al-Mubarak
dalam keindahan malam
terang cahaya bintang
dalam sujud aku mengucap pujian
rinduku pada malam seribu bulan
rahmat dan nikmat berlimpahan
aku menanti penuh debar
dalam sirah
terungkap sejuta rahsia
wahyu tuhan diturunkan
Muhammad insan teladan
Ramadhan menguji kekuatan umat
zahir batin bersatu
firman dan sabda dijunjung
tafakkur aku menyelusuri madrasah Ramadhan
dalam sirah
Badar menjadi saksi keimanan
jihad dan perang
santunan iman dan takwa
air mata mengalir
menyuci lorong kejahilan
membelah tembok kekufuran
terang cahaya bintang
dalam sujud aku mengucap pujian
rinduku pada malam seribu bulan
rahmat dan nikmat berlimpahan
aku menanti penuh debar
dalam sirah
terungkap sejuta rahsia
wahyu tuhan diturunkan
Muhammad insan teladan
Ramadhan menguji kekuatan umat
zahir batin bersatu
firman dan sabda dijunjung
tafakkur aku menyelusuri madrasah Ramadhan
dalam sirah
Badar menjadi saksi keimanan
jihad dan perang
santunan iman dan takwa
air mata mengalir
menyuci lorong kejahilan
membelah tembok kekufuran
Wednesday, July 29, 2009
Penghujung Senja
tirai senja berlabuh
berdiri aku di puncak pelangi
gerimis membasahi abjad cinta
dinginnya menyelimuti
di saat rindu membara
cemburuku pada sang unggas
bersiulan riang
perasaan melayang di udara
terbang bersama arus kensunyian
gelora jiwa memukul
bayangku hilang di kaki malam
lembayung senja memutih
warna pelangi kian pudar
di balik salutan kabus
mungkin kan tenggelam
bersama hujung sinar mentari
berdiri aku di puncak pelangi
gerimis membasahi abjad cinta
dinginnya menyelimuti
di saat rindu membara
cemburuku pada sang unggas
bersiulan riang
perasaan melayang di udara
terbang bersama arus kensunyian
gelora jiwa memukul
bayangku hilang di kaki malam
lembayung senja memutih
warna pelangi kian pudar
di balik salutan kabus
mungkin kan tenggelam
bersama hujung sinar mentari
Thursday, July 9, 2009
Permata Hati
aku meghitung bintang
bergantungan di dada langit
indah cahaya berkilauan
mainan mata
cuma
tangan menggapai
tiada tersentuh
apatah lagi memiliki
keindahan sementara
tika malam menjelma
bersedih di siangnya
sedar aku
dari lena yang panjang
hanyut dibuai mimpi
aku miliki
permata hati
kerdipan sinarnya
menerangi hidupku
bergantungan di dada langit
indah cahaya berkilauan
mainan mata
cuma
tangan menggapai
tiada tersentuh
apatah lagi memiliki
keindahan sementara
tika malam menjelma
bersedih di siangnya
sedar aku
dari lena yang panjang
hanyut dibuai mimpi
aku miliki
permata hati
kerdipan sinarnya
menerangi hidupku
Subscribe to:
Posts (Atom)

