Monday, March 22, 2010

Mencari Khalik

aku diam
menghuni belukar kesesatan
langkah lemah
amat sulit
rentas perjalananan salikku

kitab pedoman kuselak helaiannya
mencari panduan
teropong syuhud di tangan

senja merah menyentuh ubun-ubun usia
kelam dosa menghalang
pancaran nur
pandangan basirah kabur

ku gagahi salikku
nasyid puji-pujian membasahi lidahku
irama tasbih bertingkah tahmid berselang takbir
dalam merdu irama tangis keninsafan

perjalanan salik keteruskan
titisan embun maghfirah aku dambakan
dalam pencarianku
menuju makam para kekasih Mu
istana keimanan
singgahsana istirehat Anbiya` Mu

aku dalam salik
mencari khalik

Wednesday, January 27, 2010

Terima Kasih Mimpi

pantai hati
dilanda gelora
tengkujuh rindu
tidak bermusim
menghempas
sesekali merentap
sepi sunyi

hembusan bayu
datang menjemput jiwa
jelajah istana mimpi
jauh jangkauannya

di sana
aku dihibur tawamu
hanyut dalam dakapanmu
senyumanmu penawar duka
realitiku

istana mimpi
buang segala resah

istana mimpi
temukan kita
sekejap cuma
namun
rindu terubat
mengisi kosong jiwa

kini
aku berdiri
lewat lautan sepi
tangis ku
bersama rintih desir ombak

ku genggam arca mimpi
hiasi laman peraduan ku

terima kasih mimpi

Monday, November 23, 2009

Bingkisan Rindu

rindu
datang dan pergi ia
tanpa undangan
tanpa pamit
bagai hembusan bayu

awan rindu
berarak
pada mata ia cukup indah
namun saat sarat ia
mega mendung tiada bisa bertahan
guguran manik air bercucuran
membasahi merkah gersang
padang garing hati

rindu
kala datang
ia pengalaman
kala pergi ia kenangan
keduanya itu
erti sebuah perasaan
tafsirnya
catatan kamus hati

rindu
tatang ia kala datang
kenang ia kala ia berlalu

manis rindu hanya ternilai
saat sendu berlabuh

Wednesday, October 21, 2009

Jendela Waktu

ku kuak jendela waktu
hati tertarik
awan putih berlari lari
mengejar
lingkaran pelangi di ruang maya

antara jalur warnanya
tersimpan lembaran kenangan
helaian masa berguguran
mega mendung berganti gerimis
terukir senyum pada wajah sang suria
sebuah aturan roda hidup
sesetia malam pada siang

dari jendela waktu
aku merenung jauh
mengutip memori usang
potret sebuah kehidupan
dalam lukisan tidak berbingkai
yang kian lusuh dan berdebu

ku tutup jendela waktu
debu kenangan
tidak lagi memeritkan mata

biarpun cebisan masa
meninggalkan kelopaknya
namun tunas yang berputik
menyerikan halaman
meninggalkan memori indah

Friday, September 18, 2009

SALAM AIDILFITRI

SALAM AIDILFITRI

di kesempatan ini saya ingin memohon ribuan keampunan daripada kenalan dan semua yang berkunjung serta yang mengenali saya di atas semua kesilapan yang pernah saya lakukan mahupun ia disengajakan atau tidak. saya juga ingin mengucapkan SALAM AIDILFITRI MAAF ZAHIR DAN BATIN.

saya akan pulang ke kampung esok pagi dan mula bercuti sehingga isnin minggu depan.

sebulan berlalu
kita bermujahadah
pohon keredhaan
khalik yang maha kuasa
jalan salik dilalui

dugaan Ramadhan
menempis duniawi
demi ukhrawi

biar hayat ini
disaluti keinsafan
menjunjung keimanan

semoga Ramadhan
masih sudi diketemui
demi rintihan ini
agar umur ini dipanjangkan

amin
ya rabb




SALAM AIDILFITRI

- azmi alkelantani -

Friday, September 4, 2009

Kampungku

kabus pagi
menyelimuti susuk ku
dingin kasih mu
rahmat tiada terbalas

nyanyian unggas
bersilang desir angin
menerbangkan jiwa ku
merentas daerah kedamaian

liuk gemalai dedaun nyiur
menyembah tari
mengikut rentak hatiku
bertingkah irama denyut nadi
menghiburkan

pepohon merimbun
gunung yang menghijau
mencecah kabus awan
mengirim rindu ini

rinduku
menjengah halaman kampungku

Wednesday, August 26, 2009

Ramadhan Al-Mubarak

dalam keindahan malam
terang cahaya bintang
dalam sujud aku mengucap pujian
rinduku pada malam seribu bulan
rahmat dan nikmat berlimpahan
aku menanti penuh debar

dalam sirah
terungkap sejuta rahsia
wahyu tuhan diturunkan
Muhammad insan teladan

Ramadhan menguji kekuatan umat
zahir batin bersatu
firman dan sabda dijunjung

tafakkur aku menyelusuri madrasah Ramadhan
dalam sirah
Badar menjadi saksi keimanan
jihad dan perang
santunan iman dan takwa

air mata mengalir
menyuci lorong kejahilan
membelah tembok kekufuran